Memasuki puncak musim kemarau di tahun 2026, suhu udara di wilayah pesisir dan perkotaan Jawa Barat mengalami peningkatan yang cukup signifikan. Kondisi aspal yang sangat panas di siang hari menjadi tantangan serius bagi para pemilik kendaraan roda dua, terutama pengguna motor ber-cc besar. IMI wilayah Banten mengeluarkan himbauan teknis mengenai cara merawat ban motor sport saat cuaca panas guna menghindari risiko pecah ban atau penurunan performa cengkeraman (grip) yang bisa membahayakan keselamatan berkendara. Edukasi ini sangat penting karena ban adalah satu-satunya komponen kendaraan yang bersentuhan langsung dengan permukaan jalan, sehingga kondisinya harus selalu dalam keadaan prima.
Salah satu poin utama yang ditekankan oleh IMI Banten adalah menjaga tekanan angin yang ideal sesuai dengan rekomendasi pabrikan. Banyak pengendara salah kaprah dengan mengurangi tekanan angin secara drastis saat cuaca panas dengan alasan agar ban tidak memuai. Padahal, ban yang kekurangan tekanan angin justru akan mengalami deformasi dinding samping yang berlebihan, yang memicu panas berlebih (overheat) pada struktur ban dan mempercepat keausan. Sebaliknya, tekanan angin yang terlalu tinggi juga berbahaya karena dapat mengakibatkan ban terasa keras dan kehilangan traksi saat melakukan pengereman mendadak di atas aspal panas yang licin akibat sisa oli atau debu.
Pemeriksaan kondisi fisik ban secara rutin menjadi langkah preventif selanjutnya. Suhu panas yang ekstrem dapat mempercepat proses penuaan karet ban, yang ditandai dengan munculnya retak-retak halus atau yang sering disebut dengan “dry rot”. Pengguna motor sport dihimbau untuk selalu memeriksa kedalaman alur ban (Tread Wear Indicator) dan memastikan tidak ada benda asing yang menancap. Penggunaan semir ban berbahan dasar silikon secara berlebihan juga tidak disarankan saat cuaca panas, karena beberapa zat kimia dapat bereaksi dengan panas matahari dan justru merusak struktur elastisitas karet ban dalam jangka panjang. Cukup bersihkan ban dengan air sabun biasa untuk menjaga kebersihannya.
Selain faktor teknis pada ban, gaya berkendara juga sangat berpengaruh. Saat aspal dalam kondisi suhu tinggi, kompon ban cenderung menjadi lebih lunak dan lebih cepat habis jika pengendara sering melakukan akselerasi dan pengereman yang agresif. IMI Banten menyarankan agar pengendara menjaga kecepatan yang stabil dan menghindari hard braking jika tidak benar-benar diperlukan. Hal ini bertujuan untuk menjaga suhu internal ban tetap dalam batas aman. Jika melakukan perjalanan jauh atau touring, sangat disarankan untuk beristirahat secara berkala guna memberikan waktu bagi ban untuk mendinginkan suhunya secara alami di tempat yang teduh. Jangan pernah menyiram ban yang panas dengan air secara langsung, karena perubahan suhu yang mendadak bisa merusak struktur benang di dalam ban.