Teknik pertama yang diajarkan dalam cara melakukan overtaking yang aman adalah late braking atau melakukan pengereman sedekat mungkin dengan titik masuk tikungan. Namun, IMI Banten memperingatkan bahwa teknik ini memerlukan akurasi tinggi; jika terlalu lambat mengerem, pembalap akan melebar keluar lintasan dan justru kehilangan posisinya kembali. Pembalap diajarkan untuk “menutup pintu” atau mengambil jalur dalam (inside line) guna memaksa lawan mengambil jalur luar yang lebih jauh. Keberanian dalam menunda titik pengereman harus dibarengi dengan stabilitas motor yang terjaga agar ban depan tidak terkunci atau kehilangan traksi saat motor dalam posisi miring.
Selain pengereman, pemanfaatan arus angin atau slipstreaming juga menjadi strategi krusial, terutama di trek lurus yang panjang seperti di sirkuit-sirkuit wilayah Banten. Dengan berada tepat di belakang motor lawan, hambatan udara yang diterima pembalap di belakang akan berkurang, sehingga ia dapat mencapai kecepatan puncak lebih cepat daripada lawan di depannya. IMI Banten menekankan bahwa momen keluar dari aliran udara ini harus dilakukan dengan gerakan yang tegas dan cepat agar lawan tidak sempat melakukan blokade jalur. Pemahaman mengenai karakteristik motor sendiri dan motor lawan sangat diperlukan untuk mengetahui di bagian mana dari sirkuit posisi menyalip paling mungkin dilakukan dengan sukses.
Etika balap juga menjadi poin penting yang selalu disuarakan oleh IMI Banten dalam setiap briefing balapan. Menyalip dengan cara menyenggol atau melakukan kontak fisik yang disengaja bukan hanya tidak sportif, tetapi juga dapat berujung pada sanksi diskualifikasi. Pembalap dididik untuk memiliki kesadaran spasial yang tinggi, yaitu kemampuan mengetahui posisi lawan tanpa harus menoleh ke belakang secara berlebihan. Konsentrasi penuh pada garis balap sendiri sambil tetap waspada terhadap pergerakan lawan di sekitar adalah kunci kemenangan jangka panjang. Dengan menerapkan tips kompetisi profesional ini, para pembalap di bawah naungan IMI Banten diharapkan mampu naik kelas ke jenjang yang lebih tinggi dengan reputasi sebagai pembalap yang cerdik, cepat, dan beretika di lintasan balap.