Dalam upaya berkelanjutan untuk mengurangi emisi karbon dan meningkatkan jarak tempuh, baik untuk mobil bermesin pembakaran internal (ICE) maupun kendaraan listrik (EV), fokus pabrikan otomotif telah bergeser secara signifikan dari optimasi mesin ke Desain Aerodinamis bodi mobil. Desain Aerodinamis yang canggih kini diakui sebagai salah satu faktor tunggal paling penting yang memengaruhi efisiensi bahan bakar dan energi. Mengatasi hambatan udara, yang meningkat secara eksponensial seiring bertambahnya kecepatan, adalah tantangan fisika yang harus dipecahkan. Desain Aerodinamis yang revolusioner memungkinkan kendaraan “memotong” udara dengan resistensi minimal, mengurangi beban kerja mesin, dan secara langsung menghasilkan penghematan bahan bakar yang substansial.
Hambatan udara (drag) adalah gaya yang melawan pergerakan kendaraan ke depan. Pada kecepatan jelajah tinggi (misalnya, 100 km/jam), lebih dari 50% energi yang dihasilkan mesin digunakan hanya untuk mengatasi hambatan udara ini. Pabrikan menggunakan Koefisien Hambatan (Coefficient of Drag atau Cd) sebagai metrik utama untuk mengukur seberapa efisien bentuk mobil menembus udara. Angka Cd yang lebih rendah menunjukkan aerodinamika yang lebih baik. Mobil keluarga konvensional biasanya memiliki Cd sekitar 0.28−0.35, sementara mobil paling aerodinamis di dunia kini menembus batas di bawah 0.20.
Untuk mencapai nilai Cd yang rendah, pabrikan mengadopsi beberapa inovasi kunci. Pertama, penghilangan tonjolan dan celah eksternal. Kaca spion tradisional digantikan oleh kamera digital (camera-based side mirrors), dan gagang pintu dibuat rata (flush door handles) dengan bodi mobil, sehingga permukaan eksterior menjadi sangat mulus. Kedua, penggunaan Active Aero Shutters. Ini adalah penutup yang ditempatkan di gril depan yang secara otomatis tertutup pada kecepatan tinggi (misalnya di atas 70 km/jam) untuk memblokir aliran udara yang masuk ke ruang mesin yang tidak perlu, lalu terbuka saat mobil melambat untuk pendinginan.
Ketiga, Underbody Management (manajemen bagian bawah bodi). Bagian bawah mobil yang biasanya berantakan kini ditutupi dengan panel rata (flat underbody panels) untuk memastikan aliran udara di bawah mobil sebersih dan secepat mungkin. Selain itu, diffuser belakang yang dirancang secara agresif membantu mengelola pemisahan aliran udara di bagian belakang mobil, yang merupakan sumber utama drag. Penelitian yang dilakukan oleh Institut Teknologi Otomotif pada bulan April 2025 menunjukkan bahwa peningkatan aerodinamika sebesar 10% pada mobil listrik dapat meningkatkan jarak tempuh baterai hingga 7%. Ini membuktikan bahwa di masa depan EV, di mana mesin sudah sangat efisien, Desain Aerodinamis adalah frontier inovasi berikutnya.