Profesi sebagai pengemudi logistik bermotor menuntut fokus, stamina, dan ketahanan mental yang sangat tinggi. Di balik kelancaran distribusi barang yang menjadi urat nadi ekonomi di wilayah Banten, terdapat beban kerja yang sering kali memicu stres kronis. IMI Banten melalui program edukasinya mengangkat topik penting mengenai urgensi skrining kesehatan mental bagi para pengemudi. Sering kali, kelelahan mental dianggap sebagai hal biasa, padahal kondisi ini memiliki dampak langsung terhadap keselamatan di jalan raya dan efisiensi kerja.
Skrining mental secara berkala bukan berarti seseorang memiliki masalah kejiwaan, melainkan langkah preventif untuk memantau kesejahteraan psikologis dalam menghadapi rutinitas yang monoton dan penuh tekanan waktu. Pengemudi Logistik Bermotor sering kali harus berhadapan dengan target pengiriman yang ketat, kemacetan lalu lintas, serta cuaca yang tidak menentu. Beban ini, jika tidak dimanajemen dengan baik, dapat menyebabkan burnout atau kelelahan emosional. Pengemudi yang mengalami gangguan mental cenderung memiliki konsentrasi yang menurun, waktu reaksi yang melambat, serta mudah terdistraksi, yang semuanya merupakan faktor risiko tinggi penyebab kecelakaan.
Dalam program mental yang diinisiasi oleh IMI Banten, para pengemudi diajarkan untuk mengenali tanda-tanda awal ketegangan psikologis. Gejala seperti mudah marah, sulit tidur, perasaan cemas yang berlebihan saat akan memulai perjalanan, hingga penurunan motivasi adalah sinyal bahwa pikiran membutuhkan rehat. Skrining ini melibatkan evaluasi sederhana mengenai pola tidur, tingkat stres, dan kebiasaan pemulihan setelah jam kerja. Dengan mendeteksi tanda-tanda ini lebih awal, tindakan intervensi dapat dilakukan sebelum kondisi memburuk menjadi depresi atau kecemasan klinis.
Pentingnya skrining ini juga merambah pada peningkatan budaya saling peduli di lingkungan kerja pengemudi logistik. Komunitas atau perusahaan didorong untuk menyediakan ruang bagi pengemudi untuk berbagi keluh kesah atau mendapatkan konseling jika diperlukan. Lingkungan kerja yang mendukung secara emosional terbukti meningkatkan produktivitas dan loyalitas pengemudi. Ketika pengemudi merasa diperhatikan kesehatan psikisnya, mereka akan lebih termotivasi untuk menjalankan tugas dengan penuh tanggung jawab dan memperhatikan protokol keselamatan dengan lebih disiplin.