Ketidaktahuan terhadap peraturan lalu lintas seringkali menjadi akar permasalahan dari tingginya angka kecelakaan di Indonesia. Di wilayah Banten, yang merupakan jalur penghubung vital antara Pulau Jawa dan Sumatera, kepadatan kendaraan di jalan raya sangatlah tinggi. Untuk meningkatkan kesadaran publik dengan cara yang lebih menarik, IMI Banten menghadirkan platform kuis interaktif yang dirancang khusus untuk menguji sekaligus mengedukasi para pengendara. Pendekatan ini bertujuan untuk mengubah materi aturan yang biasanya membosankan menjadi sebuah tantangan yang kompetitif dan informatif bagi semua kalangan.
Isi dari kuis tersebut mencakup berbagai aspek legalitas dan etika berkendara yang sering diabaikan. Misalnya, pemahaman mengenai fungsi berbagai macam garis marka jalan yang ada di aspal. Banyak pengendara di Banten yang masih belum bisa membedakan antara garis putih putus-putus dengan garis ganda yang tidak terputus. Melalui pertanyaan-pertanyaan yang disusun secara sistematis, peserta diajak untuk memahami bahwa melanggar marka jalan bukan hanya sekadar pelanggaran hukum yang bisa berakibat tilang, tetapi merupakan tindakan berbahaya yang dapat memicu tabrakan dari arah berlawanan.
Selain marka jalan, kuis ini juga menyoroti pentingnya memahami rambu-rambu perintah dan larangan yang sering kali dianggap sebagai pajangan jalan semata. Dalam setiap sesi kuis, peserta akan diberikan skenario visual mengenai situasi di persimpangan atau bundaran yang padat. Mereka harus menentukan siapa yang memiliki hak utama (right of way) dalam situasi tersebut. Edukasi semacam ini sangat penting untuk mengurangi konflik antar-pengendara di jalanan Banten yang sering kali berujung pada kemacetan akibat tidak ada yang mau mengalah. Dengan mengikuti tantangan ini, ego pribadi di jalan raya diharapkan bisa ditekan demi ketertiban umum.
Aspek keselamatan pasif dan aktif juga tidak luput dari materi kuis. Peserta akan ditanya mengenai penggunaan perlengkapan keselamatan yang standar, seperti helm dengan pengunci yang benar atau penggunaan sabuk pengaman bagi pengemudi roda empat. IMI Banten melalui kuis ini ingin menegaskan bahwa aturan jalan raya dibuat untuk melindungi nyawa, bukan untuk membatasi kebebasan. Penjelasan yang diberikan setelah setiap jawaban kuis membantu peserta memahami alasan logis di balik setiap aturan, sehingga mereka tidak lagi mematuhi hukum hanya karena takut pada petugas polisi, melainkan karena sadar akan nilai keselamatan diri sendiri.