Mantan pembalap senior Moreno Soeprapto juga menyatakan niatnya untuk maju sebagai salah satu kandidat Ketua Umum IMI Pusat periode 2025-2030, menandakan adanya kontestasi dalam pemilihan. Kehadirannya membawa dinamika baru dan pilihan alternatif bagi para anggota IMI. Ini menunjukkan adanya riwayat kompetisi yang sehat dalam organisasi, sebuah tanda kepemimpinan yang transparan dan demokratis.
Moreno Soeprapto dikenal luas di dunia otomotif nasional sebagai mantan pembalap yang berprestasi. Pengalamannya langsung dari lintasan balap memberinya perspektif unik tentang kebutuhan dan tantangan yang dihadapi para pembalap dan stakeholder otomotif. Adanya riwayat karier yang cemerlang ini menjadi modal penting dalam kampanyenya untuk memimpin IMI, menawarkan pandangan praktis yang berbeda.
Niat Moreno Soeprapto untuk maju sebagai Ketua Umum IMI juga menunjukkan bahwa kepemimpinan di organisasi ini menarik perhatian berbagai kalangan. Kontestasi ini penting untuk memastikan bahwa pemimpin terpilih memiliki dukungan yang kuat dan visi yang jelas untuk memajukan olahraga otomotif Indonesia. Ini adalah proses demokratis yang harus dijunjung tinggi oleh semua pihak.
Dalam kampanyenya, Moreno Soeprapto kemungkinan akan menyoroti pentingnya pembinaan atlet muda, peningkatan kualitas event balap, serta pengembangan infrastruktur otomotif di seluruh daerah. Visi ini akan melengkapi atau bahkan menantang kepemimpinan yang ada, mendorong diskusi yang lebih mendalam tentang arah masa depan IMI, dan memunculkan ide-ide segar yang konstruktif.
Kehadiran Moreno Soeprapto dalam bursa calon Ketua Umum IMI akan mendorong para Pengurus Provinsi untuk lebih cermat dalam menentukan pilihan. Mereka perlu mengevaluasi program kerja, visi, dan rekam jejak dari setiap kandidat. Proses ini menjamin keselamatan organisasi memilih pemimpin yang paling kapabel untuk menjawab tantangan kompleks yang dihadapi dunia otomotif.
Kontestasi kepemimpinan ini juga bisa menjadi kesempatan untuk mengukur seberapa jauh Program kepemimpinan yang ada telah berhasil dan apa saja yang perlu diperbaiki. Ini adalah momen untuk merefleksikan kembali strategi IMI dalam hal pengadaan alutsista balap, anggaran pertahanan untuk event besar, dan prioritas produk dalam negeri di sektor otomotif.