Keselamatan dalam dunia balap merupakan prioritas tertinggi yang tidak boleh dikompromikan oleh pihak manapun, baik penyelenggara maupun peserta. Setiap kendaraan yang akan turun di lintasan wajib melalui pemeriksaan teknis yang sangat ketat untuk memastikan tidak adanya potensi kegagalan mekanis yang bisa berakibat fatal. Untuk menjaga standar tersebut, diperlukan tenaga ahli yang memiliki ketelitian tinggi dan pemahaman mendalam mengenai regulasi teknik kendaraan. Sebagai bagian dari program peningkatan kualitas kompetisi, sangat penting bagi setiap petugas lapangan untuk memahami tindakan pertama saat insiden terjadi guna meminimalisir risiko bagi pembalap dan kru. Dengan kesiapan prosedur darurat yang matang, setiap event balap dapat berjalan dengan lebih aman dan terukur. Fokus utama dari kampanye Safety First! adalah menciptakan budaya sadar keselamatan di seluruh lapisan komunitas otomotif. Melalui pelatihan scrutineering yang komprehensif, diharapkan lahir para pemeriksa teknis yang jujur, tegas, dan profesional dalam menjamin kelayakan setiap kendaraan yang berkompetisi di wilayah Banten.
Pelatihan ini mencakup berbagai aspek teknis, mulai dari pemeriksaan sistem pengereman, kekuatan rangka (roll cage), hingga kelengkapan alat pemadam api ringan di dalam kendaraan. Para peserta diajarkan untuk menggunakan alat ukur presisi guna memastikan setiap modifikasi tetap berada dalam batas aman yang diizinkan oleh regulasi internasional. Di wilayah Banten, pertumbuhan minat pada olahraga balap sangat pesat, sehingga kebutuhan akan petugas scrutineering yang bersertifikasi menjadi sangat mendesak. Dengan mengikuti standar balap yang berlaku, setiap kejuaraan yang diadakan akan memiliki kredibilitas yang tinggi di mata para atlet dan sponsor. Kualitas pemeriksaan teknis yang baik adalah fondasi utama dari sebuah kompetisi yang adil dan kompetitif bagi semua pihak yang terlibat.
Dalam sesi praktik, para peserta diberikan simulasi mengenai cara mengidentifikasi keausan komponen yang sering terabaikan namun berisiko tinggi. Scrutineering bukan sekadar formalitas administratif, melainkan benteng pertahanan terakhir bagi keselamatan nyawa manusia di lintasan. IMI Banten berkomitmen untuk terus meningkatkan frekuensi pelatihan ini agar setiap pengurus klub otomotif memiliki perwakilan yang paham akan aspek teknis keselamatan. Selain memeriksa mesin, petugas juga wajib memastikan perlengkapan pelindung diri (PPE) yang digunakan pembalap, seperti helm, baju balap (wearpack), dan pelindung leher, memenuhi standar keamanan terbaru. Kedisiplinan dalam menerapkan aturan ini akan memberikan ketenangan bagi para orang tua dan keluarga atlet saat mereka berlaga di sirkuit.